Saturday

Taqarrub Kepada Allah.

 

Taqarrub Kepada Allah.

Kedekatan manusia kepada Allah  tidaklah muncul tiba-tiba, tetapi melalui proses, seperti hubungan antara dua orang manusia yang saling mencintai. Pada awalnya tidak saling mengenal, tetapi dengan kerapnya  pertemuan yang makin sering dari waktu ke waktu maka akan timbul rasa kasih sayang yang kemudian menimbulkan pemahaman ‎‎dan pengenalan terhadap diri masing-masing. Dan rasa kasih sayang yang timbul lambat laun akan ‎‎menimbulkan rasa cinta. Ibarat dari pepatah, “Tak kenal maka tak sayang.”

Begitupula apabila manusia ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah , maka manusia harus belajar mengenal Allah , dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan yang disyariatkan dalam Al-Qur’an dan As-sunnah-Nya. Kadangkala, dalam menjalani kehidupan keseharian, manusia tidak pernah luput dari permasalahan dan cobaan yang ‎melanda hidup ini. Apakah dengan ujian itu akan menjadi lupa kepada Allah  atau akan lebih mendekatkan diri kepada Allah . Ketika manusia sudah berusaha mendekatkan dirinya pada Allah , maka Allah  akan mendekat pula kepada hambanya. Dari Anas r.a. berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang yang diriwayatkannya dari tuhannya, 

“Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah ) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari.“ 

(HR Bukhari)

KESALAH PAHAMAN TENTANG PENGERTIAN TAQARRUB ILALLAH

 Upaya manusia untuk mendekatkan diri disebut taqarub, berasal dari akar kata qurb (dekat), dan aqriba (kerabat). Kata taqarrub dalam bahasa Arab artinya mendekat. Taqarrub ilallah artinya mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan kewajibab-kewajiban yang telah ditetapkan-Nya. Tetapi, saat ini tidak sedikit orang memahamkan taqarrub ilallah dengan pengertian yang sempit, yaitu hanya sebatas ibadah mahdhah saja, seperti shalat, puasa, haji, dan dzikir. Sementara itu, pelaksanaan ajaran islam dalam hubungan antara manusia dengan manusia seperti mu’amalat, akhlaq, math’umat(berkaitan dengan makanan), malbusaat (berkaitan dengan pakaian), uqubat (pelaksanaan dan penyaksian hukum) serta menegakkan SYARIAT ISLAM dan menjalankan RODA PEMERINTAHAN ISLAM dianggap bukan bagian dari taqarrub ilallah. Hal ini disebabkan karena pengaruh paham sekularisme yang membatasi agama hanya hubungan manusia dengan Tuhannya)…, padahal tidaklah demikian.

MAKNA TAQARRUB ILALLAH

 Lalu… pemahaman “TAQARRUB ILALLAH” yang tepat itu seperti apa?. Istilah “taqarrub ilâ Allâh” berasal dari nash-nash syariah yang membicarakan upaya pendekatan diri kepada Allah , antara lain hadis dari Rasulullah ﷺ. Bahwa Allah  berfirman:

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada melaksanakan apa yang Aku wajibkan kepadanya; tidaklah hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan nafilah-nafilah (nawâfil) hingga aku mencintainya.” 

(HR al-Bukhari & Muslim, Fath al-Bari, XVllllllll/342; Syrah Muslim, IX/35).